Kamis, 19 Maret 2009

SETIAP ORANG PERLU KENAL BAKATNYA

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo
Direktur DMI Primagama


INTRODUCTION. Jangan memberikan pelajaran menggambar kepada orang yang buta. Maka sehebat-hebatnya kurikulum serta guru yang akan mengajarnya pasti akan sia-sia dan tidak berguna. Jangan mengajarkan seni berpidato kepada orang yang tidak punya lidah. Itupun akan menjadi sia-sia belaka. Banyak orang disekitar kita yang tidak mau didiagnosa kesehatannya oleh seorang dokter karena ia takut akan ketahuan berpenyakit, biarlah saya tidak tahu sakit saya, toh kalau tiba-tiba saya sakit maka saya akan datang juga pada seorang dokter. Bila datangnya tidak terlambat tidak begitu bermasalah. Anehnya sebagian besar kita akan memborong semua obat agar penyakitnya segera cepat sembuh. Pun demikian terhadap putra-putri kita – bahkan tidak jarang terhadap kita sendiri juga – bahwa kita sibuk mencarikan sekolahan anak-anak kita tanpa mengetahui apa sebenarnya yang menjadi bakat anak-anak kita. Nampaknya ibarat sebuah perjalanan yang sangat jauh, kita akan menjadi lebih baik dan lebih tenang bila kita sudah menyiapkan sebuah ”peta kota perjalanan kita”. Demikian juga dengan perjalanan pendidikan yang akan kita pilih serta akan kita lalui guna meraih prestasi masa depan kita. Nampaknya kita juga memerlukan ”peta potensi diri” yang harus dicarikan warna pendidikan yang sesuai. Tugas kita adalah mengenal bakat, kemudian meyakini dan mengembangkannya yang jelas-jelas sudah diketahui mana yang menonjol. Mengembangkan bakat yang menonjol akan lebih mudah dari pada mengembangkan bakat yang lemah. Apalagi mengubah bakat alaminya (atau beralih pada hal lain yang bukan menjadi bakatnya). Semakin dekat bakat dengan cita-cita maka semakin mudah untuk meraihnya. Semakin dekat bakat dengan pendidikan yang dipilihnya maka semakin mudah meraih prestasi akademik. Semakin dekat bakat dengan minat maka semakin mudah menikmati hidup ini. (walau ada sebagian kita menyamakan pengertian bakat dengan minat)

REVOLUSI EFISIENSI. Sebagaimana penemuan golongan darah dan lampu listrik pada awal-awalnya. Pun demikian dengan jenis penemuan yang lainnya – termasuk penemuan tes pengenalan bakat DMI – banyak pihak yang masih meragukan kegunaannya. Ternyata pada perkembangan berikutnya baru bisa dirasakan betapa besarnya pengaruh identifikasi golongan darah terhadap pentingnya transfusi darah bagi pasien yang membutuhkannya. Bayangkan bila sampai sekarang penggolongan darah itu belum diakui. Bagaimana nasib si pasien itu ? Juga bagaimana dahsyatnya pengaruh penemuan listrik yang kemudian diikuti dengan penemuan lampu pijar, yang kemudian diikuti dengan produk-produk yang lainnya. Apa yang akan terjadi bila tidak ada lampu listrik. Semua akan gelap bukan ? Dan coba anda pikirkan apa yang akan terjadi bila kita dapat mengetahui apa yang menjadi bakat alami kita ? Setelah itu kita belajar ilmu pengetahuan dan teknologi yang dekat dengan bakat kita itu. Tentu semuanya akan menjadi lebih fokus, efisien, terlebih bila kita tidak terlambat untuk menjawab dan menyambutnya. Pendek kata kenal bakat sejak dini, itu akan lebih baik bandingkan bila kita tidak kenal sama sekali.
Persembahan DMI PRIMAGAMA INDONESIA
(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore)

Hubungi
Kantor Pusat :
1. Afi : 081 325 157 222 (Maaf belum melayani SMS)
2. Teguh : 085 643 38 38 38 (Maaf belum melayani SMS)

Kantor Cabang :
1. Bukhasan : 085868001133
2. Tasirin : 08123460955
3. Ronie : 081336740830

Info Lebih Lanjut : www.brainylab.com dan www.dmiprimagama.com

Tidak ada komentar: